Laman

Tampilkan postingan dengan label kelas 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelas 7. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2016

Perilaku Orang yang Cinta Ilmu Pengetahuan

http://lkssmpn.blogspot.co.id/2016/07/perilaku-orang-yang-cinta-ilmu.html
Sebelum menerapkan perilaku senang menuntut ilmu sebagai implementasi surah arRahman/55 ayat 33 dan surah al-Mujadalah/58 ayat 11, terlebih dahulu harus membiasakan membaca al-Qur’an setiap hari, baik yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan maupun yang lainya. 

Sikap dan perilaku terpuji yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan surah ar-Rahman/55 ayat 33 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
  1. Senang membaca buku-buku pengetahuan sebagai bukti cinta ilmu pengetahuan.
  2. Selalu ingin mencari tahu tentang alam semesta, baik di langit maupun di bumi, dengan terus menelaahnya.
  3. Meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah Swt. untuk manusia. Oleh karena itu, manusia harus merasa haus untuk terus menggali ilmu pengetahuan.
  4. Rendah hati atas kesuksesan yang diraihya dan tidak merasa rendah diri dan malu terhadap kegagalan yang dialaminya.
Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan surah alMujadalah/58 ayat 11 dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk mendapatkan pengetahuan tersebut.
  2. Bersikap sopan saat belajar dan selalu menghargai dan menghormati guru.
  3. Senang mendatangi guru untuk meminta penjelasan tentang ilmu pengetahuan.
  4. Selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah Swt.
Untuk lebih mengingat dalil tentang kewajiban menuntut ilmu, kalian harus menghafal surah arRahman/55 ayat 33 dan surah al-Mujadalah/58 ayat 11 dengan baik dan benar. 

Sudahkah kalian memiliki perilaku seperti di atas? Apabila kalian belum memiliki, maka mulai saat ini cobalah banyak membaca, menghafal, belajar, dan berlatih.

Bacalah kisah menarik berikut ini!
“Ibnu Hajar (Si Anak Batu)”
Ada seorang ulama bernama Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Pada mulanya, ia adalah seorang santri yang bodoh. Meskipun sudah lama belajar, dia belum juga paham. Akhirnya, Ibnu Hajar memutuskan untuk pulang. Dia pun mohon diri kepada kyainya supaya diperbolehkan pulang. Dengan berat hati sang kyai membolehkan Ibnu Hajar pulang, tetapi sambil berpesan agar Ibnu Hajar tidak berhenti belajar. Akhirnya Ibnu Hajar pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, hujan turun dengan lebat. Dia
terpaksa berteduh dalam sebuah gua. Pada saat di gua, dia mendengar suara gemericik air, lalu dia mendatangi sumber suara tersebut. Ternyata, itu suara gemericik air yang menetes pada sebongkah batu yang sangat besar. 
Batu besar itu berlubang karena telah bertahun-tahun terkena tetesan air. Melihat batu yang berlubang tersebut, akhirnya Ibnu Hajar merenung. Dia berpikir, batu yang besar dan keras ini lama-lama berlubang hanya karena tetesan air. Kenapa aku kalah dengan batu? Padahal akal dan pikiranku tidak sekeras batu, itu artinya aku kurang lama dan tekun belajar.
Setelah berpikir, akhirnya Ibnu Hajar kembali lagi ke pondok untuk menemui sang kyai. Ia pun belajar lagi dengan penuh semangat. Usaha tersebut tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi orang alim, bahkan dapat mengarang beberapa kitab. Dari asal mula cerita batu di dalam gua, inilah kemudian beliau diberi sebutan Ibnu Hajar (Anak Batu).
(Sumber: 60 Biografi Ulama Salaf, Syaikh Ahmad Farid) 

Rangkuman Materi
1. Kandungan surah al-Rahman/55:33 meliputi: 
Manusia dan jin tidak akan mampu menembus penjuru langit dan bumi untuk mengetahui isinya kecuali atas kekuatan dari Allah Swt.;
Kekuatan dari Allah Swt. itu berupa akal yang harus dikembangkan dengan cara belajar;
Belajar itu wajib agar kita dapat menguasai dunia untuk kebaikan umat.
2. Kandungan surah al-Mujadalah/58:11 meliputi: 
Perintah untuk menuntut ilmu setinggi mungkin;
Perintah untuk selalu beriman kepada Allah Swt.;
Perintah untuk memuliakan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.
3. Etika dalam mencari ilmu antara lain:
Mencintai ilmu yang sedang dipelajari;
Menghormati orang yang memberikan ilmu (guru);
Tidak memotong pembicaran saat guru sedang menjelaskan;
Mendengarkan penjelasan guru dengan serius.
4. Syarat menuntut ilmu menurut Imam Syafi‘i adalah: 
Kecerdasan;
Sungguh-sungguh;
Sabar;
Biaya;
Petunjuk guru;
Waktu yang lama.
Readmore → Perilaku Orang yang Cinta Ilmu Pengetahuan

Minggu, 24 Juli 2016

Pelajaran 1 Sains dan Budaya (Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas 7)

Berkomunikasi dengan baik memerlukan empat keterampilan yaitu membaca, mendengarkan, menulis, dan berbicara. Untuk itu blog ini sebagai media dan alat pembelajaran. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

A. Menyimpulkan Isi Berita
Aspek: Mendengarkan
Standar Kompetensi:
1. Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. Kompetensi Dasar:
1.1. Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat.
1. Menyimak Berita
Simaklah berita berikut ini dengan saksama!
Budaya Sains Perlu Ditumbuhkan
   Olimpiade Sains Nasional merupakan ajang kompetisi yang cukup bergengsi. Namun, ajang ini masih dipandang sebagai kompetisi belaka. Kompetisi ini belum dipandang sebagai upaya untuk mendorong tumbuhnya budaya mencintai sains. Akibatnya, kegiatan ini hanya sebatas mendulang medali saja. Hal ini akan memberi rasa kebanggaan bagi provinsi yang diwakilinya.
   Kegiatan ini terangkat dalam perbincangan dengan sejumlah guru, siswa, dan orang tua dalam pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) VI di Surabaya, Rabu (5/9). "Semangat untuk unggul di pelajaran sains memang masih untuk kompetisi. Untuk pembelajaran di kelas, masih terkendala sarana dan prasarananya. Kesannya kegiatan ini hanya untuk anak-anak yang cerdas saja. Belajar sains itu harus bisa disukai setiap anak-anak kata wakil komite sekolah di Makassar. "Persiapan untuk siswa yang ikut OSN kan terbatas. Jika sains diajarkan dengan enak, alat-alat laboratoriumnya lengkap, belajar sains jadi menyenangkan," kata Hana M. Aritonang, peserta dari Papua.
   Selain itu, seorang guru pendamping dari daerah lain mengeluh bahwa siswanya yang ikut terseleksi hingga tingkat provinsi belum mendapat pembinaan yang maksimal.
Sumber: Kompas, 6 September 2007 dengan ubahan seperlunya.
Latihan Soal :
1.Setelah kalian menyimak berita tersebut, cobalah pahami isinya. Untuk menguji pemahaman kalian, jawablah pertanyaan berikut ini! 

a.Di mana OSN berlangsung? 
b.Mengapa olimpiade ini hanya sebagai ajang kompetisi? 
c.Apa yang mereka harapkan dari kegiatan itu? 
d.Adakah kendala yang dihadapi peserta? 
e.Bagaimana agar belajar sains menyenangkan? 

2.Sekarang dapatkah kalian menentukan pokok-pokok beritanya? Kalian dapat menentukan pokok-pokok berita berdasarkan pertanyaan tersebut.

2. Menyimpulkan Isi Berita
Beberapa tugas telah kalian selesaikan. Sekarang, coba buatlah simpulan isi berita! Simpulan berita berisi pokok-pokok berita, kemudian dirangkai dalam sebuah paragraf. Jika kalian belum memahami, lanjutkan simpulan berita berikut ini!
Olimpiade Sains Nasional (OSN) belum dipandang sebagai upaya untuk mendorong timbulnya budaya mencintai sains.
Hal ini karena . ......................................................................................

3. Kebahasaan 
Kalimat Berita Positif dan Negatif.
Berdasarkan fungsinya, kalimat dibagi 3 yaitu kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah. Kalimat berita berfungsi memberikan informasi, kalimat tanya berfungsi menanyakan sesuatu. Adapun kalimat perintah berfungsi menyuruh seseorang melakukan sesuatu.
Kalimat berita dibagi dua, yaitu kalimat berita positif dan kalimat berita negatif.
Contoh kalimat berita positif sebagai berikut.
1.Budaya sains perlu ditumbuhkan.
2.Andini belajar setiap hari.
3.Pesawat terbang presiden dirancang secara khusus.

Contoh kalimat berita negatif sebagai berikut.
1.Peserta belum mendapat pembinaan yang maksimal.
2.Afrizal tidak pernah datang ke rumah pamanku.
3.Karena belum mengerjakan tugas rumah, Ridwan mendapat teguran dari Bu guru.

Uji Kebahasaan
1 Bacalah paragraf berikut ini! Selanjutnya tentukan kalimat berita positif dan negatif!
Akhir-akhir ini Rido selalu pulang terlambat. Ia tidak pernah pulang bersama Usup. Jika ditanya ibunya, selalu saja ada alasannya. Ada tugas kelompok di sekolah, begitu jawab Rido. Pernah sekali ibunya curiga, karena Rido mengambil uang belanja di Lemari. Keadaan yang paling menjengkelkan ibunya, Rido tidak pernah belajar. Nilai ulangannya tidak sebagus dulu. Ternyata Rido punya kesibukan baru, bermain play station di belakang sekolah.
2. Berilah tanda (P) jika kalimat berita berikut ini positif dan (N) jika termasuk negatif.
a.Nani belum mengetahui peristiwa itu.
b.Rohmad menjadi juara membaca puisi.
c.Bunga itu mekar setiap pagi hari.
d.Ayah tidak jadi berangkat karena hujan deras sekali.
e.Kunci mobil ayah tertinggal di kantor.
f.Jangan masuk rumah dulu karena sedang dipel.
g.Ruri tidak mengikuti ulangan karena sakit.
h.Mungkin dia lelah sehingga tidak datang.
i.Sebaiknya sarapan pagi dulu sebelum berangkat sekolah.
j.Membatik ternyata tidak semudah yang kubayangkan saat ini.
3. Buatlah :
a.Buatlah 3 kalimat berita positif!
b.Buatlah 3 kalimat berita negatif!

Demikianlah Pelajaran 1 Sains dan Budaya, Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas 7. mudah-mudahan bermanfaat.
Readmore → Pelajaran 1 Sains dan Budaya (Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Kelas 7)

Sabtu, 23 Juli 2016

Mari Memahami Al-Qur’an Kandungan Surah Ar-Rahman /55: 33 serta Hadis Terkait

1. Kandungan Surah Ar-Rahman /55: 33 serta Hadis Terkait.
Isi kandungan surah ar-Rahman/55: 33 sangat cocok untuk kalian pelajari karena ayat ini menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat mengetahui benda-benda langit. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat menjelajahi angkasa raya. Dengan ilmu pengetahuan, manusia mampu menembus sekat-sekat yang selama ini belum terkuak. Hebat, bukan?

Manusia diberi potensi oleh Allah Swt. berupa 
akal. Akal ini harus terus diasah, diberdayakan dengan cara belajar dan berkarya. Dengan belajar, manusia bisa mendapatkan ilmu dan wawasan yang baru. Dengan ilmu, manusia dapat berkarya untuk kehidupan yang lebih baik. 

Nabi Muhammad saw. bersabda:


“Dari Anas ibn Malik r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”. (H.R. Ibn Majah)


Tentang pentingnya menuntut ilmu, Imam Syafi‘i dalam kitab Diwan juga menegaskan:

“Barang siapa yang menghendaki dunia, maka harus dengan ilmu. Barang siapa yang menghendaki akhirat maka harus dengan ilmu.”

Nasihat Imam Syafi‘i tersebut mengisyaratkan bahwa kemudahan dan kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat dapat dicapai oleh manusia melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak akan mudah diperoleh, kecuali dengan beberapa cara dan strategi yang harus dilalui. Dalam hal ini Imam Syafi‘i dalam kitab Diwan menegaskan:
“Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali setelah memenuhi enam syarat, yaitu: kecerdasan, kemauan yang kuat, kesungguhan, perbekalan yang cukup, dan kedekatan dengan guru dalam waktu yang lama.”
Ungkapan Imam Syafi‘i di atas penting diketahui oleh orang-orang yang sedang asyik menuntut ilmu. Cara ini perlu dilakukan agar berhasil. Perlu adanya semangat juang, harus dekat, akrab, dan hormat kepada guru agar ilmunya berkah. Mencari ilmu juga perlu waktu yang lama. 

2. Kandungan Surah Al-Mujadalah/58: 11 serta Hadis Terkait
Surah al-Mujadalah/58 ayat 11 menjelaskan keutamaan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan. Kalau surah ar-Rahman/55 ayat 33 menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan, maka ayat ini menegaskan bahwa orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.
Mengapa orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya? Sudah tentu, orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang terjadi dalam kehidupan ini. Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi di banding orang yang tidak berilmu. 
Akan tetapi perlu diingat bahwa orang yang beriman, tetapi tidak berilmu, dia akan lemah. Oleh karena itu, keimanan sese orang yang tidak didasari atas ilmu pengetahuan tidak akan kuat. Begitu juga sebaliknya, orang yang berilmu, tetapi tidak beriman, ia akan tersesat. Karena ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak untuk kebaikan sesama.
Readmore → Mari Memahami Al-Qur’an Kandungan Surah Ar-Rahman /55: 33 serta Hadis Terkait

Senin, 18 Juli 2016

Mari Belajar Surah ArRahman /55: 33 dan AlMujadalah /58: 11

Tahukah kamu, siapakah yang punya ilmu itu? Allah Swt. yang memiliki ilmu. Allah disebut al-‘Alim artinya Maha Mengetahui (Maha Berilmu). Ilmu Allah Swt. sangat luas tanpa batas. Ada yang diberikan kepada kita sudah tertulis dan ada yang tidak tertulis. Yang tertulis adalah kitabullah dan yang tidak tertulis adalah alam semesta serta isinya.

Selain belajar tentang alam semesta, kita juga wajib mempelajari ilmu Allah Swt. yang tertulis, yaitu al-Qur’an. Al-Qur’an dapat dipelajari dengan cara membiasakan membaca tartil, mempelajari artinya, dan memahami kandungannya. Mari membaca al-Qur’an dengan tartil ayat-ayat berikut ini:

1. Membaca Surah Ar-Rahman/55: 33
Surah Ar-Rahman/55: 33






2. Membaca Surah Al-Mujadalah/58: 11
Surah Al-Mujadalah/58: 11









3. Menerapkan Hukum Bacaan Panjang/Mad
Supaya kalian dapat membaca ayat-ayat di atas dengan tartil, maka perlu memahami ilmu tajwid. Perhatikan ketentuan hukum bacaan mad berikut ini. 

Mad artinya bacaan panjang, yaitu membaca panjang pada huruf-huruf yang memiliki kriteria mad. Ada dua macam mad, yaitu Tho bi'i atau mad asli dan mad farí atau cabang-cabang mad. Bagian ini hanya akan membahas hukum mad Tho bi'i atau mad asli

Mad Tho bi'i  artinya bacaan panjang dua harakat atau dua ketukan. Bacaan mad yang dimaksud di sini adalah cara membaca huruf dengan memanjang karena ada hukum mad. Ketentuan hukum bacaan
mad sebagai berikut. 
  • Huruf alif ( ا ) atau fathah berdiri. Apabila ada huruf alif didahului tanda baca fathah, contoh: اِيَّاكَ
  • atau tanda fathah berdiri, contoh:  مَلِكِ, maka tanda baca fathah tersebut dibaca panjang dua harakat atau dua ketukan.
  • Huruf wau ( و ). Apabila ada huruf wau sukun sebelumnya bertanda baca «omah, contoh: اْلمَغْضُوْبِ , maka tanda baca «omah tersebut dibaca panjang dua harakat atau dua ketukan.
  • Huruf ya ( ي ). Apabila ada huruf ya sukun dan didahului tanda baca kasrah, contoh: اَلَّذِيْنَ, maka kasrah tadi dibaca panjang dua harakat atau dua ketukan.
  • Perhatikan contoh bacaan mad pada skema berikut ini!

4. Mengartikan
a. Mengartikan Surah Ar-Rahm±n/55: 33
1) Arti mufradat (kosa kata/kalimat) 


2) Terjemahan ayat:
“Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah! Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah Swt.)”. (Surah ar-Rahman /55: 33) 

b. Mengartikan Surah Al-Mujadalah /58: 11
1) Arti mufradat (kosa kata/kalimat) 


2) Terjemahan ayat:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Mujadalah/58: 11)
Readmore → Mari Belajar Surah ArRahman /55: 33 dan AlMujadalah /58: 11